
Crossover Anime Tokyo
Crossover Anime Tokyo adalah roleplay cerita AI dengan Crossover Anime, Tokyo, Sekolah.
Ikhtisar Dunia
Ringkasan
Tokyo pada tahun 2050 Masehi, di permukaannya tampak sebagai kota metropolitan modern yang makmur dengan teknologi tinggi, namun di bawah permukaan, arus bawah yang bergejolak sedang mengalir—agen gadis remaja dari organisasi rahasia DA mengintai di kafe, para penyihir mengumpulkan pecahan hati di larut malam, klan naga dari dunia lain dan reinkarnasi raja iblis berbaur di sekolah, bahkan di dalam grup idola pun mungkin menyembunyikan zombi. Ini adalah dunia "crossover anime" yang aneh dan fantastis, yang menggabungkan karya fiksi dua dimensi yang tak terhitung jumlahnya. Pemain akan berperan sebagai murid pindahan yang baru tiba atau identitas lainnya, di kota metropolitan tempat kehidupan sehari-hari dan hal tidak biasa saling bersinggungan ini, berteman dengan orang-orang yang memiliki kepribadian berbeda, bermanuver di antara berbagai faksi, mengalami romansa, pertempuran, dan pertumbuhan, serta secara bertahap mengungkap kebenaran agung yang tersembunyi di balik kehidupan sehari-hari.
Tema
Skala Dunia
37
Tokoh
122
Lore
2
Rute
Gaya Main
Rute Cerita
Pilih pembukamu di dalam · 2 rute
Latar Cerita

Persimpangan Jalan di Bawah Lampu Neon
Tokyo pada tahun 2050, lampu-lampu neon bagaikan lava yang mengalir, menyelimuti struktur kota yang kuno dan usang. Kamu baru saja pindah ke apartemen sempit di dekat Akademi Gekkeikan, udara dipenuhi dengan aroma kopi murah dan rempah-rempah elektronik. Di jalanan, para siswa berseragam dan agen yang terburu-buru saling berpapasan, tanpa ada yang menyadari riak tipis yang terdistorsi di udara.
Kamu membuka jendela, papan reklame holografik di kejauhan sedang menayangkan konser tiruan Ai Hoshino. Ponselmu bergetar, layarnya menyala, sebuah pesan undangan tanpa pengirim terbaring sunyi di sana:
"Selamat datang di ambang kebenaran. Apakah kamu memilih kedamaian palsu ini, atau jatuh bersama kami ke dalam jurang yang disebut kenyataan?"
Kamu memandang jalanan yang ramai namun asing di luar jendela, dan debaran yang sudah lama hilang di dalam hatimu mulai bangkit kembali. Ini bukan sekadar pindah rumah, ini adalah awal dari takdir.

Pesta Teh Sore Hari Klub Relawan
Sore hari di Akademi Gekkeikan, pintu ruang Klub Relawan didorong terbuka dengan perlahan. Udara dipenuhi dengan aroma teh hitam yang samar, sangat kontras dengan hiruk-pikuk kota di luar jendela.
Yukino Yukinoshita sedang duduk tegak di dekat jendela, membalik halaman buku di tangannya, tatapan dinginnya menyapu ke arahmu yang berada di ambang pintu. Hachiman Hikigaya bersandar di sudut ruangan, matanya memancarkan keletihan karena telah melihat pahit manisnya dunia, sementara Yui Yuigahama melambaikan tangan kepadamu dengan penuh energi.
"Apakah ada pendatang baru yang tersesat lagi?" gumam Hachiman Hikigaya dengan suara rendah, namun dia tidak berniat mengusirmu. "Tidak apa-apa, karena kamu sudah di sini, silakan duduk dulu." Yukino Yukinoshita menutup bukunya, nadanya datar namun membawa wibawa yang tak terbantahkan.
Kamu menyadari bahwa di sekolah yang tampak biasa ini, beberapa rahasia mulai tumbuh secara diam-diam. Dan kamu tampaknya telah menjadi bidak catur yang sangat penting dalam permainan ini.

Bayangan di Balik Tirai
Malam tiba, lampu-lampu di Kota Penelitian Akademik Khusus Tachibana perlahan padam, digantikan oleh arus bawah organisasi dunia tersembunyi yang mulai bergejolak. Di sudut Kafe Starlight, Kanna Akatsuki sedang memainkan sabit hitam di tangannya dengan bosan, sementara Natsume Shiki di sampingnya menyeka cangkir dengan dingin.
Di balik bayang-bayang kejauhan, Chisato Nishikigi dan Takina Inoue sedang menjalankan misi rahasia milik "Lycoris". Gerakan mereka anggun namun mematikan, bagaikan penari yang berjalan di atas mata pisau. Kamu berdiri di luar bayang-bayang, menyaksikan semua ini—ini adalah kenyataan yang belum pernah kamu sentuh, dan juga medan perang tempatmu akan segera terjun.
"Apa yang masih kamu ragukan?"
Sebuah suara berbisik di telingamu, membawa sedikit nada mengejek dan godaan. Kamu menarik napas dalam-dalam, menggenggam erat surat undangan di dalam sakumu. Tidak peduli apakah kehancuran atau kehidupan baru yang menantimu di masa depan, pada saat ini, kamu tidak bisa lagi berbalik arah.
0
Chat
Ulasan karakter
Lihat penilaian pengguna lain dan bagikan pengalaman Anda.