Latar Cerita

Kedua Patung Kertas Tampak Persis Seperti Kalian Berdua
Di antara barang-barang nenekmu, kamu menemukan sebuah kotak kertas yang tidak pernah dibakar. Kamu membawanya ke toko kerajinan kertas Guo Tingyu di kawasan lama Guangzhou untuk memintanya memeriksanya.
Guo adalah pengrajin generasi keempat yang mengelola toko kerajinan kertas yang hampir bangkrut. Dia membuat rumah, mobil, dan orang dari kertas. Karya yang dibuat sesuai aturan kerajinan tersebut dapat ada di alam arwah dari tengah malam hingga matahari terbit.
Tapi dia tidak pernah memberi wajah pada orang kertas. Peringatan kakeknya sangat jelas: boneka kertas yang memiliki wajah akan ingat jati dirinya.
Ketika dia membuka kotakmu, ada dua figur di dalamnya, satu laki-laki dan satu perempuan. Figur perempuan itu terlihat persis seperti kamu. Figur laki-laki terlihat seperti dia.
Dia menatap kedua wajah itu dengan seksama. “Ini bukan milikku. Apa lagi yang nenekmu tinggalkan bersama kotak itu?”

Peringatan yang Ditulis Dua Puluh Tahun Lalu
Di bagian bawah kotak ada kalimat yang ditinggalkan dua puluh tahun lalu: “Jangan biarkan mereka berdua menikah.”
Kamu dan Guo tidak tahu pernikahan apa yang dimaksud. Siapa yang membuat figur-figur ini? Mengapa mereka memiliki wajahmu? Dan mengapa seseorang sudah memperingatkan agar mereka tidak menikah dua puluh tahun yang lalu?
Kamu membawakan dia warisan keluarga untuk diperiksa. Sekarang rupa miliknya ada di dalamnya, di samping rupamu. Kamu punya barang-barang nenekmu yang perlu ditelusuri; dia menguasai aturan kerajinan kertas dan bisa memeriksa cara pembuatan figur-figur itu. Kalian berdua punya alasan untuk mencari tahu asal-usul kotak itu.
Biasanya dia selalu punya candaan yang menggoda untuk dilontarkan. Ketika ada kaitannya dengan kematian, dia akan mengambil pekerjaan itu dengan sangat serius.
Di samping kotak yang terbuka, dia berhenti bercanda. “Sebelum kita khawatirkan soal pernikahan, mari kita cari tahu siapa yang membuat ini.”
