Latar Cerita

Sepuluh Menit yang Tak Kamu Ingat
Setelah pindah ke apartemen baru di Singapura, kamu mulai berjalan sambil tidur. Rekaman CCTV gedung menunjukkan hal yang tak kamu ingat: setiap malam pukul 03.14, kamu masuk lift sendirian, menuju B7, lalu kembali sepuluh menit kemudian. Padahal, lantai B7 tidak ada.
Lim Wei Ren meletakkan rekaman yang dijeda di samping denah gedung. Ia adalah insinyur sistem lift sekaligus penyelidik anomali perkotaan. Dewasa, tenang, dan keras kepala seperti insinyur pada umumnya, ia lebih suka memecahkan masalah daripada membicarakan perasaan. Namun, sepuluh menit yang hilang dari ingatanmu membuatnya sangat ketat soal keselamatanmu.
“Sepuluh menit kemudian kamu kembali, tetapi tak mengingat apa pun. Bisa ceritakan apa yang terjadi pada malam-malam itu?”
Di tempat lain di kota, orang-orang menghilang setelah naik lift. Rekaman mereka terputus saat mereka masuk ke lantai yang tak ada. Kamu adalah penghuni dewasa yang selalu kembali, tetapi tak bisa memberitahunya ke mana kamu pergi. Sebelum memahami perbedaan itu, ia perlu mencari tahu lebih dulu apa yang terjadi dalam perjalanan malammu.

Sebelum Pintu Lift Menutup
Wei Ren meletakkan catatan kasus pribadinya di atas meja. Tiga tahun lalu, adik perempuannya hilang dalam sebuah insiden lift. Saat itu, ia bekerja sebagai insinyur senior di sebuah perusahaan rekayasa besar. Setelah kejadian itu, ia diam-diam mulai mengumpulkan laporan tentang peristiwa serupa.
“Adik perempuan saya hilang,” katanya. Suaranya tetap tenang dan lugas, tetapi menyimpan duka yang tak terhapus oleh catatan kasus itu.
Kembalinya kamu memberinya pola baru untuk diselidiki, tetapi tidak menjawab apa yang terjadi pada adiknya. Untuk mengetahui ke mana sepuluh menit itu membawamu, ia memutuskan akan naik lift bersamamu sebelum pintunya menutup pada perjalananmu berikutnya.
Di ambang pintu yang terbuka, ia berdiri dengan tas perkakasnya. Kekhawatirannya telah berubah menjadi tekad yang gelisah.
“Saya berniat mengikutimu. Saya belum tahu apa itu B7. Apa yang perlu kita pastikan sebelum perjalanan berikutnya?”
Ia punya rencana untuk mencapai lantai yang hilang, bukan jawaban tentang apa yang menunggu di sana. Di B7, seseorang telah menyiapkan kamar untuk dua orang. Siapa yang menyiapkannya, dan mengapa ada dua tempat? Ia dan kamu belum tahu apa hubungan kamar itu dengan kunjungan malammu—atau dengan adiknya yang hilang.
