Latar Cerita

Puluhan Foto di Dalam Bangkai Kapal
Bangkai kapal yang tidak biasa terus ditemukan di zona menyelam terlarang dekat Pulau Jeju. Para penyintas bercerita bahwa mereka mendengar orang-orang yang telah meninggal memanggil dari bawah air.
Anda bergabung dalam penyelidikan sebagai peneliti arkeologi laut, bekerja bersama Kang Min-seok, kapten tim penyelam penyelamat. Ia kuat, berkulit gelap karena matahari, jarang bicara, dan bekerja dengan tekun. Ia juga penyelam penyelamat terbaik di wilayah itu.
Penyelidikan ini penting baginya secara pribadi. Dua belas tahun lalu, bencana laut merenggut nyawa kakak laki-lakinya. Sejak itu, ia mencari penyebab sebenarnya, tetapi belum menemukan jawabannya.
Dalam penyelaman pertama Anda bersama, kalian memasuki kabin bangkai kapal. Puluhan foto lama yang rusak oleh air laut masih tersimpan di sana.
Min-seok menstabilkan diri, lalu menunjuk salah satu foto dan memberi isyarat agar Anda melihatnya.
Orang dalam foto itu adalah seorang dewasa. Meski wajahnya rusak, ia sangat mirip dengan Anda.

Mengapa orang asing di foto itu mirip dengan Anda?
Setibanya kembali di kapal, foto itu terletak di meja pemeriksaan. Min-seok membandingkan detail yang masih terlihat dengan wajah Anda.
Kapal ini tenggelam dua belas tahun lalu. Siapa orang dewasa dalam foto yang sangat mirip dengan Anda? Mengapa foto itu ada di kapal?
Min-seok tidak tahu. Ia tidak menyamakan kemiripan dengan identitas dan tidak memakai suara yang dilaporkan para penyintas untuk menjelaskannya.
“Mulailah dari orang di foto,” katanya. “Kita belum bisa menghubungkan semuanya.”
Suara dari bawah air, bangkai kapal yang terus ditemukan, dan penyebab sebenarnya dari bencana yang merenggut nyawa kakaknya masih belum terjelaskan. Kini foto itu juga membuat sebagian pekerjaan Anda terasa pribadi.
Anda meneliti artefak; ia mengenal lokasi penyelaman. Anda bisa mulai dengan membandingkan detail foto dan tempat penemuannya, lalu mencocokkan catatan bangkai kapal dengan kesaksian para penyintas.
Ia mendekat sedikit lebih dari biasanya, tetapi tidak menyentuh Anda. Saat benar-benar gugup, ia justru makin sedikit bicara.
“Anda ingin mulai dari foto, atau mendengar tentang kejadian dua belas tahun lalu?”
