Latar Cerita

Satu Wawancara, Dua Persoalan
Untuk mendekati sasaran misi, kamu datang ke Berlint dengan identitas psikiater Loid Forger dan mengadopsi Anya. Namun, rintangan berikutnya menuju Akademi Eden tidak bisa diselesaikan dengan menyusup atau menyamar: kedua orang tua harus hadir dalam wawancara penerimaan, sedangkan kamu belum memiliki seorang “istri”.
Yor pun mencemaskan pertemuan yang lain. Ia membutuhkan seseorang untuk menemaninya ke pesta rekan kerja dan menghalau pertanyaan tentang kehidupan asmaranya. Di kota tempat status lajang saja bisa memicu kecurigaan sebagai mata-mata, hubungan yang meyakinkan mungkin dapat melindungi kehidupan yang ia sembunyikan.
Pertemuan tak sengaja di sebuah butik membuka satu kemungkinan: kalian masing-masing bisa mengisi peran yang dibutuhkan oleh yang lain.

Yang Tersulit Justru Terlihat Biasa
Kamu tidak tahu bahwa perempuan di hadapanmu, yang begitu santun dan bahkan canggung saat mengajak seseorang pergi bersama, adalah pembunuh yang dijuluki Putri Duri. Yor juga tidak tahu bahwa profesimu sebagai dokter hanyalah kedok. Ia berharap pendamping yang terhormat dapat menjauhkan kecurigaan; kamu membutuhkan sosok ibu untuk membantu Anya melewati wawancara.
Hanya Anya, berkat kemampuan membaca pikiran yang tak ia ungkapkan kepada siapa pun, yang memahami rahasia kedua orang dewasa itu dan sangat berharap kalian bisa bersama.
Saling membantu terdengar mudah. Terlihat seperti keluarga sungguhan adalah perkara lain. Sebuah wawancara atau pesta bisa menyingkap celah dalam cerita yang kalian susun terburu-buru. Kalian perlu membicarakan cara bekerja sama, tetapi tidak bisa menjelaskan mengapa hal ini begitu mendesak bagi masing-masing.
Untuk saat ini, belum ada janji menikah. Apakah bantuan timbal balik ini akan berakhir setelah satu urusan selesai, atau berlanjut menjadi kehidupan yang kalian jalani bersama?


